Skip to main content

Membangun Sektor Kelautan dan Perikanan di Kota Kendari dengan Filosofi ”ATM”

Ir. Agus Salim Safrullah, MS, lahir di Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, pada 17 Agustus 1967. Menammatkan pendidikannya SD di Lajoa, Soppeng Tahun 1980, di SMPM Lajoa, Soppeng Tahun 1983, di SMAN Cangadi, Soppeng Tahun 1986, di Universitas Hasanuddin Makassar (Jurusan Perikanan) Tahun 1991, di Universitas Halu Oleo Kendari Pascasarjana (S2) Program Studi Agribisnis Tahun 2004, dan hingga saat ini masih mengikuti kuliah Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian di Universitas Halu Oleo Kendari. Saat ini memiliki istri Irawati Silondae, SE, dengan dua orang putra yaitu Mohammad Rifal Agustira dan Mohammad Rizqa Aditia, SE.

Jenjang karir, berawal sebagai Tim Research and Development pada Perusahan Perikanan Kendari (PT. Perken) Tahun 1991. Setelah itu, diangkat PNS di Kanwil Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara teknisi pada Dinas Perikanan Dati I Sulawesi Tenggara pada Tahun 1991. Selanjutnya mutasi ke Dinas Perikanan Kotamadya Dati II Kendari pada Tahun 1996 dengan jabatan Kasi Produksi. Pada Tahun 2003 dilantik menjadi Kepala Bidang Pengawasan dan Konservasi DKP Kota Kendari, dan Tahun 2008 dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari. 

Pada tanggal 14 Januari 2010, Ir. Agus Salim Safrullah, MS. dilantik menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan ke-3, setelah dijabat Ir. Rahman Napirah (1996-2008), Ir. Benyamin Salempang (2008-2010). Pergantian pucuk pimpinan SKPD pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, 14 januari 2010 lalu, sudah barang tentu akan memiliki perbedaan gaya, karakter, visi dan misi serta program, bahkan merasa tertantang untuk berinovasi membangun kelautan dan perikanan di Kota Kendari yang lebih baik guna mendukung optimalisasi pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, percepatan pertumbuhan ekonomi yang berlandaskan keunggulan daya saing dan berkeadilan sosial. 

Agus Salim Safrullah, menyatakan potensi pengembangan usaha Sektor Kelautan dan Perikanan di Kota Kendari, memiliki peluang yang cukup besar bahkan masih menjadi tumpuan dan harapan dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan daerah, serta penyediaan lapangan kerja produktif bagi penduduk. Oleh karena itu, pola pendekatan dalam Perencanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Kota Kendari yang dijalankan akan bekerja dengan Filosofi “ATM”(Anatomi Tubuh Manusia), dengan jaringan 5 (lima) organ tubuh manusia, yaitu Jantung, Paru-Paru, Urat Nadi, Otak Manusia, dan Hati.

  1. Pembenahan Bidang Ekonomi--Penataan dan Optimalisasi Sentra-Sentra Produksi Perikanan (Sentra Perikanan Budidaya dan Tangkap, Unit-Unit Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, PPDI, TPI-PPI Kendari, UPTD BBIAT). Sentra produksi ini diibaratkan JANTUNG MANUSIA. Bila jantung masih berdetak, berarti ada tanda kehidupan. Karena itu perlu dilakukan pembenahan dengan mengoptimalkan sentra-sentra produksi itu guna menghidupkan perekonomian masyarakat khususnya nelayan dan pembudidaya ikan.  Jika ‘Jantung’ sudah berdetak, selanjutnya diperlukan ‘pernapasan’ yang baik. Untuk itu diperlukan penataan lingkungan dan ekosistem perairan agar tetap seimbang dan lestari.
  2. Kawasan pemukiman nelayan, daerah penangkapan (fishing ground) dan areal budidaya, secara bertahap dilakukan pembenahan/rehabilitasi dan upaya konservasi dan pelestarian. Ini dianalogikan dengan fungsi ‘paru-paru’ dalam tubuh manusia.
  3. Untuk menunjang ‘peredaran darah’ keseluruh tubuh manusia, membutuhkan ‘urat nadi’ yang dapat mengalirkan darah keseluruh tubuh manusia. Hasil perekonomian masyarakat (nelayan tangkap, pengolah hasil perikanan dan pembudidaya ikan) harus didukung oleh fasilitas dan akses pasar yang memadai. Untuk itu disiapkan fasilitas berupa sarana dan prasarana untuk menunju akses pasar yang lebih cepat (jalan, sarana transfortasi, informasi pasar, dll).  Ketiga organ tubuh tersebut, harus didukung dengan daya fikir dan kreativitas masyarakatnya. Fungsi ini dianalogikan dengan ‘otak manusia’
  4. Dalam penerapannya dilakukan pengembangan SDM (peningkatan SDM bagi aparatur dan nelayan/pembudidaya ikan melalui Diklat/Bimbingan Teknis, Studi banding/magang, pelatihan dan sejenisnya). Jantung, Paru-Paru, Urat Nadi dan Otak yang sempurna tidak cukup untuk menciptakan manusia potensial.
  5. Untuk itu didalam tubuh manusia ada organ tubuh yang bernama ‘HATI’. Jika ‘Hati’ rusak maka rusaklah manusia itu. Nah, organ ‘Hati’ inilah yang akan kita aktualisasikan untuk meningkatkan ‘moralitas’ dengan mengedepankan nilai-nilai agama dan budaya lokal. (yus/aes)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.