Skip to main content
Walikota Kendari yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Kerjasama Makmur, S.Pd, M.Pd, Senin (4/2) meresmikan beroperasinya pabrik es balok milik KSU AJL Kendari Caddi, Kota Kendari.

Pabrik Es Milik KSU Adi Jaya Lestari Kendari Caddi DIresmikan

Walikota Kendari yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Kerjasama Makmur, S.Pd, M.Pd, di Kelurahan Kendari Caddi, Kecamatan Kendari, Senin (4/2) meresmikan beroperasinya pabrik es balok milik Koperasi Serba Usaha (KSU) Adi Jaya Lestari (AJL) untuk membantu masyarakat nelayan disekitarnya.

"Saya berharap pabrik ini akan mengurangi kesulitan nelayan dalam memperoleh es balok untuk mengawetkan hasil tangkapan sehingga kualitas ikan tetap tinggi dan harganya juga bagus," katanya di depan Kadis Kelautan dan Perikanan Kota Kendari yang diwakili Kabid Perizinan, Pembinaan Mutu dan Pengelolaan TPI, Camat Kendari, Lurah Kendari Caddi, Ketua KSU AJL dan puluhan karyawan.

Ketua KSU Adi Jaya Lestari H. Herman melaporkan, pabrik es balok ini sangat penting karena akan menjamin terpeliharanya kualitas ikan hasil tangkapan nelayan hingga tiba di tangan para pelaku industri hasil perikanan dan pasar umumnya. “Pabrik es balok berkapasitas 25 ton atau 500 balok (50 kg/balok) per hari itu, dibangun oleh KSU AJL yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari dengan sumber dana dari pembiayaan kredit Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan sistem bagi hasil”, ujarnya.

Sementara itu, Alda Kesutan Lapae--Kabid Perizinan, Pembinaan Mutu dan Pengelolaan TPI saat memberikan kata sambutan mewakili kadis KP mengatakan, dengan terbangunnya  pabrik es balok tersebut diharapkan dapat mampu meningkatkan produksi perikanan yang dampaknya akan meningkatkan pendapatan nelayan, menjamin suplai ikan ke pasar dan industri serta menjaga stabilitas harga ikan untuk mencegah inflasi.

Kepala DKP Kota Kendari Ir. Agus Salim Safrullah, MS, yang masih berada diluar daerah ketika dihubungi via selulernya menjelaskan, produksi ikan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sodohoa Kendari ini tergantung berapa banyak es yang mereka bawa ke laut. "Kalau mereka bawa es 2 ton, maka mereka bisa menangkap ikan 3 - 4 ton baru kembali ke darat. Selama ini karena es terbatas, mereka tidak bisa berlama-lama di laut karena hasil tangkapannya bisa membusuk. Karena itu, beroperasinya pabrik es milik KSU AJL ini cukup melegakan nelayan walaupun dengan pabrik itu kebutuhan es balok nelayan di Kota Kendari belum juga tercukupi', ujarnya.

"Saat ini di Kota Kendari memiliki dua pabrik es balok yaitu di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari yang produksi totalnya rata-rata 15 ton per 24 jam, namun kebutuhan riil untuk intensifikasi penangkapan ikan di laut masih jauh di atas angka produksi tersebut," ujarnya dan menyebutkan nelayan TPI Sodohoa dan PPS Kendari masih membutuhkan es balok minimum 100 ton per bulan.

Lebih lanjut mengatakan, kehadiran pabrik es ini akan berdampak besar terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan nelayan karena diyakini akan mampu meningkatkan produksi ikan dengan kualitas yang terjaga sehingga harganya tetap tinggi. (rista/aes)

 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.