Skip to main content
 Kepala DKP Kota Kendari, Ir. Agus Salim Safrullah, MS,Wakil Rektor III UHO, Dr. Nur Arafah dan Dekan FPIK UHO, Prof. Ir. H. La Sara, MS, Ph.D, berfoto bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam MAPIARA FPIK UHO sebelum melaksanakan aksi bersih-bersih di pasar-pasar di Kota Kendari, Sabtu (23/3).

Pemkot Kendari Apresiasi Bakti Lingkungan Yang Digelar Mahasiwa Perikanan UHO

Lakukan Aksi Bersih-Bersih di Pasar-Pasar dan TPI Sodohoa, Kendari

 

Sejumlah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yang terhimpun dalam MAPIARA (Mahasiswa Pencinta Alam Perikanan), menggelar kegiatan bakti lingkungan dengan bertajuk aksi bersih sampah, yang dipusatkan di empat titik lokasi, yaitu Pasar Baruga, Pasar Sentral Kota dan Tempat Pelelengan Ikan (TPI) Sodohoa, Pasar Anduonohu, dan Pasar Basah Mall Mandonga.

 

Bakti Lingkungan tersebut, dibuka dan dilepas oleh Walikota Kendari, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, Ir. Agus Salim Safrullah, MS di Stadion Mini UHO Kendari, Sabtu (23/3), yang turut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan dan Alumni UHO, Dr. Nur Arafah, Dekan FPIK-UHO Prof. Ir. H. La Sara, MS, Ph.D, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kendari, Basarnas Kendari dan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam komunitas pencinta alam dan pemerhati lingkungan.

 

Menurut Agus Salim Safrullah, Pemerintah Kota Kendari sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan bakti lingkungan dan symhponi cinta alam yang digelar mahasiswa FPIK UHO ini, karena selain untuk mendukung visi Kota Kendari mewujudkan kota layak huni yang berbasis ekologi, informasi dan teknologi, juga menunjukkan semakin tingginya kesadaran mahasiswa untuk gaya hidup ramah lingkungan yang dimulai di area kampus, sehingga diharapkan menjadi momen yang tepat untuk menciptakan duta dan kader-kader motivator lingkungan dikalangan mahasiswa dan masyarakat.

 

Dijelaskan, salah satu isu lingkungan hidup yang tak pernah berhenti dibicarakan bahkan menjadi problema yang dihadapi hampir semua kota saat ini adalah masalah sampah, khususnya sampah plastik. “Sampah plastik, jumlahnya sangat banyak dan paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tidak mudah terurai, sangat berbahaya bilamana dibuang ke laut, dapat mencemari dan mengancam kehidupan biota laut”, jelasnya.

 

Salah satu strategi Pemerintah Kota Kendari dalam penanganan sampah khususnya sampah plastik, lanjut Agus, adalah selain pengurangan penggunaan wadah plastik sekali pakai, juga pemkot saat ini intens mensosialisasikan Perwali No. 85 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, yang didalamnya antara lain memuat cara pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan terakhir, sehingga target pengurangan sebesar 30% dari angka timbulan sampah, dan penanganan sebesar 70% dari angka timbulan sampah.

Sementara itu, Dekan FPIK – UHO, Prof. La Sara menjelaskan, Indonesia sebagai salah satu negara dengan area laut terluas dunia, tercatat sebagai pemasok sampah plastik dan mikroplastik terbesar kedua setelah China. Indonesia, termasuk di wilayah Kota Kendari tidak dapat memungkiri fakta ini, terlebih berbagai tayangan media baik media massa maupun independen telah memperlihatkannya dengan begitu gamblang, bahwa sampah plastik mengapung di seluruh penjuru dengan penanganan minim.

Karena itu, lanjut La Sara, gerakan moral aksi peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan fakutasnya dinilai sangat positif, karena selain dapat memberikan motivasi, semangat dan edukasi untuk peduli dan mau berbaur langsung dengan warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, juga sekaligus untuk meminimlisir gerakan aksi mahasiswa yang akhir-akhir ini brutal dan anarkis.     

Ketua umum MAPIARA FPIK UHO, Ramaddin melaporkan, kegiatan bakti lingkungan ini digelar sebagai wujud kepedulian dalam membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan kebersihan lingkungan khususnya masalah sampah dalam kota. Pihaknya akan bersama-sama puluhan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO, yang tergabung dalam Mahasiwa Pencinta Alam Perikanan (MAPIARA), komunitas pencinta alam dan pemerhati lingkungan melakukan aksi bersih-bersih sampah dengan fokus di empat pasar, yaitu Pasar Baruga, Pasar Sentral dan TPI Sodohoa, Pasar Anduonohu, dan Pasar Basah Mall Mandonga. “Kami akan bagi empat kelompok dengan fokus di empat pasar, karena hampir semua sumber awal sampah paling banyak ditemukan di pasar-pasar”, tuturnya.- (aes)

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.