Skip to main content
Walikota Kendari saat memberikan sambutan pada pembukaan Diklat Pengolahan Ikan Tuna Segar Beku di Kendari

Walikota Kendari Buka Diklat “3 in 1” Pengolahan Ikan Tuna Segar Beku

Kerjasama Pemkot Kendari dan BDI Makassar, Kemenperindustrian

Salah satu kelemahan kita dibandingkan dengan negara-negara maju, adalah karena selama ini kita lebih senang menjual keluar produk perikanan dalam bentuk bahan baku  (row materials), dan lebih banyak bergerak di sektor hulu, padahal kalau bahan baku tersebut kita olah dengan sentuhan teknologi, maka bahan baku tersebut akan memiliki nilai tambah dan nilai jual yang lebih tinggi. “Kita harus mengubah mindset kita menjadi gemar melakukan ekspor produk hasil olahan dengan sentuhan teknologi melalui industrialisasi, dan gemar mengoptimalkan hilirisasi tanpa meninggalkan sektor hulu, sehingga perjalanan dari produksi bahan baku menjadi bahan jadi akan membuka kesempatan kerja dan membuka tumbuhnya wirausaha baru yang semakin terbuka secara luas”, ungkap Walikota Kendari Sulkarnain K, SE, ME saat membuka secara resmi Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) 3 ini 1 Pengolahan Ikan Tuna Segar Beku, Kerjasama Pemerintah Kota Kendari dengan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar, berlangsung di SMKN 2 Kendari, Jumat (5/4).

“Saya bahkan berharap ke depannya, diklat ini dapat berkembang lebih luas lagi, diversifikasi dengan olahan aneka produk hasil perikanan, baik bersumber dari bahan baku ikan dengan berbagai jenis komoditas lain, maupun olahan aneka produk makanan berbasis rumput laut, atau industri olahan hasil pertanian, seperti kelapa dengan delapan turunannya, dan lain-lain”, ungkap Walikota Kendari.

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Makassar, Elisa Martina Katili, SH, MH melaporkan, kegiatan Diklat ini akan diselenggaran dalam dua angkatan, dengan diikuti oleh 100 orang peserta dari perwakilan tenaga kerja dan karyawan asosiasi dan perusahaan industri pengolahan hasil perikanan Kota Kendari, antara lain CV. 8 Jaya, CV. NJ Fisheries, KSU Adi Jaya Lestari,CV. Alfa Raya Mitra Bahari, CV. Jala Naipospos, Koperasi Sinar Usaha Lau dan CV. Alqibran, yang nantinya akan melalui uji kompetensi dan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP), sehingga dapat menjadi “Tenaga Kerja yang Terlatih, Kompeten, dan Siap Bekerja” atau biasa disebut 3 In 1”. Sedangkan materi yang akan diajarkan, lanjut Elisa, adalah antara lain berupa soft skills , dinamika kelompok, kesehatan dan keselamatan kerja, sanitasi dan higieni dengan instruktur dari Widyaswara BDI Makassar, kebijakan pembangunan perikanan, teori dan praktek oleh teknisi di workshop CV. NJ Fisheries.

Kegiatan tersebut selain dihadiri langsung oleh Kepala BDI Makassar Kementerian Perindustrian Elisa Martina Katili SH MH, juga dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari Ir, Agus Salim Safrullah, MS dan Organisasi Perangkat Daerah terkait, yang mana di akhir acara pembukaan diklat, Kepala BDI Makassar bersama dengan Walikota Kendari melakukan Penandatanganan MoU antara Balai Diklat Industri (BDI) Makassar dengan Pemerintah Kota Kendari. (aes).-

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.